Rahasia Dosen Yang Harus Kamu Waspadai

dosen-Cfv3z

1. Hafal Tingkah laku Beberapa Pencontek
Dosen yang mengajar sepanjang belasan th. telah memiliki pengalaman beberapa ribu kali mengawasi ujian. Pengalaman panjang ini buat mereka hafal benar tingkah laku mahasiswa yang nyontek. Dari yang nyontek pakai hape, nyontek pakai kertas dilinting, hingga yang menuliskan kunci jawaban di paha : dosen tahu.

Beberapa pencontek, seperti beberapa pembohong beda, senantiasa tunjukkan tingkah aneh. Ekspresi muka mereka senantiasa tanggung : suka tidak, sedih juga tidak. Beberapa pecontek berupaya fokus pandangan, namun pandangan mereka malah terlihat buyar. Diluar itu, beberapa pecontek senantiasa mengawasi penguji. Ini buat situasi ruangan ujian sering kali tertukar : mahasiswa yang malah terus-terusan mengawasi dosen dan cara mengajar dosen yang disukai mahasiswa.

2. Tidak Senantiasa Jujur
Ini perlu di ketahui. Tidak semuanya pengucapan dosen yaitu kebenaran. Dosen spesifik mungkin saja mempunyai suatu hal yang dirahasiakan. Tak tahu mengenai kehidupannya, tak tahu mengenai gaya hidupnya diluar universitas, atau masalah pandangan politiknya. Mahasiswa yang gawat juga akan dapat membedakan, mana perkataan dosen yang jujur serta dapat diakui serta mana perkataan yang menyangsikan hingga butuh di konfirmasi.

3. Mereka Memerhatikanmu
Begitu juga mereka tidak hafal namamu, dosen senantiasa berupaya memerhatikanmu. Dosen menginginkan lihat bakat yang kamu taruh. Seseorang pendidik mempunyai kecenderungan alami untuk perduli. Jadi, dari depan kelas kadang-kadang dia juga akan mengalihkan pandangan ke arahmu. Dia menginginkan mencari tahu, potensi apa yang dapat diperkembang dari diri kamu.

4. Sepatu Sobek serta Baju Jadul
Dosen statistikmu mungkin saja lain cahsing dengan dosen komunikasi. Dia dapat betul-betul abai pada tampilan fisiknya. Dosen lelaki mungkin saja tidak sempat cermati sepatunya demikian kusam, bahkan juga sobek. Mungkin saja juga, dia cuma miliki sebagian baju hingga mamakainya dengan berurut-turu dalam 2 hari. Mengenai dosen wanita, mungkin saja tidak sukai bermake-up. Dia juga ogah memakai sepatu hak tinggi seperti Ketty Perry. Sepanjang mereka tetaplah mandi sebelumnya ngajar, maklumilah mereka.

5. Menginginkan Hubungan Personal Lebih Dekat
Dosen sastra Kampus Indonesia (UI) Maman S Mahayan sempat dicueki mahasiswanya waktu ia baru mulai mengajar di Korea. Mahasiswa di kelasnya satu per satu pergi meninggalkan kelas. Sudah pasti itu membuatnya sedih.

Maman lalu mengundang beberapa mahasiswa untuk makan malam di apartemennya. Untuk Maman, itu peluang yang baik untuk mengetahui mahasiswanya dengan lebih dekat. Bila hubungan personal telah mulai tersambung, komunikasi dengan mahasiswa dapat selekasnya diperbaiki. Dosen dapat juga pilih kiat belajar yang lebih pas.

6. Lain, Dosen Lelaki serta Perempuan
Walau keduanya sama berprofesi jadi dosen, tetaplah ada ketidaksamaan sifat pada lelaki serta wanita. Ketidaksamaan basic ini butuh diketehaui mahasiswa.

Dosen lelaki mungkin saja sukai humor berbau sex. Bila merasakan suatu hal yang lucu, dia juga akan tertawa terbahak-bahak. Dia juga akan tidak sangsi lakukan kontak fisik dengan salaman, tos, atau menepuk bahu.

Beberapa hal sesuai sama itu mungkin saja kurang disenangi dosen wanita. Biasanya mereka tidak suka dengan anekdot sex (walau tetaplah sukai sex). Ini sudah pasti wajar. Sebab, beberapa anekdot bertopik sex relatif seksist, meletakkan wanita jadi bahan olok-olok. Terkecuali kamu sesakti Stifler, hati-hatilah.

7. Bukanlah Feodal
Jadi grup terdidik, dosen inginkan hubungan senantiasa tersambung dengan sehat. Satu diantara cirri hubungan sehat yaitu egaliter, tak ada intimidasi satu dengan yang lain. Mereka menginginkan kamu menghormatinya, namun bukanlah dengan ekspresi-ekspresi feodalistik. Jadi, tidaklah perlu ngesot waktu jalan di depannya. Kamu juga tidak mesti senantiasa cium tangan. Terlebih bila kamu telah satu minggu terkena flu.

8. Siap Bertukar Buku
Dosen Sastra Undip Redyanto Noor buka tempat tinggalnya di akhir minggu untuk mahasiswa. Dia juga mempersilakan mahasiswa membaca serta meminjam buku koleksinya. Namun dia sedih, beberapa bukunya tidak kembali.

“Cuma dosen hilang ingatan yang ikhlas bukunya dipinjam mahasiswa. Namun ya hanya mahasiswa hilang ingatan yang ingin kembalikan buku ke dosennya, ” kelakarnya.

9. Menginginkan Memberimu Kebebasan
Dosen tidak selamanya menginginkan kuasai fikiranmu. Demikian sebaliknya, dosen menginginkan mengajakmu ke dunia berfikir yang bebas. Jangan pernah rasa hormatmu membuat kamu tidak enak hati mendebat dosen, bila dia salah. Dosen juga akan suka bila dengan alasan yang pas, kamu malah dapat memberikannya koreksi.

“Aku menang malah saat anakku dapat menaklukkanku, ” lebih kurang demikian fikirian beberapa dosen – mengutip kalimat dalam satu iklan dan cara menjadi dosen yang profesional.

10. Presentasi Peninggalan Jaman Majpahit
Sebagian dosen mungkin saja telah ahli memakai power point untuk presentasi di kelas. Ada yang telah makek Prezi jadi.

Namun, ada pula dosen yang masih tetap memakai OHP Proyekor. Bila kamu temukan itu, kamu tidaklah perlu mengolok-oloknya. Nikmati saja perkuliahan. Pikirkan kalau kamu tengah diajari oleh mahaguru dari jaman Majapahit.

11. Senantiasa Menanti Di ajak Makan Siang
Selesai kuliah, mainlah ke ruangan dosen. Ajak dia ke kantin universitas serta tawari dia makan siang. Yakinlah, asal dia belum juga makan, dia juga akan terima tawaranmu.

Peluang makan siang dengan mahasiswa senantiasa dinanti dosen untuk mencairkan situasi. Peluang itu digunakan dosen untuk tunjukkan bagian humanisnya. Janganlah kaget bila dosenmu nyatanya sukai pete, ya. Juga janganlah kaget bila jumlah makannya 3x lipat dari umumnya orang.

12. Sempat Hidup Susah
Dia mungkin saja naik Mercedes Benz ke universitas. Namun yakinlah, mereka tidak terlahir di kotak jalan itu. Mobil bagus itu juga bukanlah warisan dari ayahnya. Mereka beli mobil bagus sesudah menabung bertahun-tahun.

13. Memonitor Sesudah Kamu Lulus
Petani senantiasa menginginkan lihat apakah tanaman yang ditanamnya tumbuh dengan baik atau tidak. Dosen juga sesuai sama itu. Dia menginginkan tahu, apakah mahasiswa yang didiknya telah berhasil atau belum juga. Mereka mungkin saja akan tidak menghubungimu lewat telefon, namun kadang-kadang dia juga akan mengetikkan namamu di Google. Dia mengharapkan mesin pencari itu membawa berita baik.

14. Suka Mendengar Berita Dari Kamu
Bila kamu telah lulus, telah bertahun-tahun tidak ketemu dosen, sempatkanlah berikan berita. Mereka juga akan suka mendengarnya.

Tidak mesti senantiasa berita besar yang kamu berikan. Berita yang simpel juga cukup membuatnya suka. “Sekarang saya telah menikah serta tinggal di Bandung, Pak, ” umpamanya, Atau, “Saya barusan temukan bunga mawar putih. Mendadak saya ingat Ibu. Di satu diantara perkuliahan, ibu sempat mengajak kami ke laboratorium untuk membahas mengenai klorofil. ”

15. Berdoa untuk Kebaikan Kamu
Ada tiga doa yang senantiasa dipanjatkan seseorang dosen selesai mereka melaksanakan ibadah. Pertama, dia memohon Tuhan membantunya melunasi credit tempat tinggal. Ke-2, dia memohon Tuhan membantunya memenuhi tagihan pendidikan anak. Ke-3, dia memohon Tuhan menolong mahasiswanya supaya bisa melakukan hidup dengan baik. Mereka mungkin saja tidak mengatakan namamu satu persatu (karenanya juga akan buat doanya malah seperti acara wisuda), namun dia mengharapkanmu bahagia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s